Beranda / Artikel / Cedera Olahraga

Runner’s Knee: Kenali Nyeri Lutut Pelari dan Cara Mengatasinya

Nyeri di sekitar tempurung lutut saat lari, jongkok, atau turun tangga adalah salah satu keluhan paling umum pada pelari. Kabar baiknya, latihan yang tepat terbukti menjadi penanganan utamanya.

Apa Itu Runner’s Knee?

Dalam dunia medis, runner’s knee disebut patellofemoral pain: nyeri di depan, di sekitar, atau di belakang tempurung lutut. Nyeri biasanya bertambah saat aktivitas yang membebani lutut dalam posisi menekuk, seperti jongkok, naik atau turun tangga, berlari, melompat, berlutut, atau duduk lama dengan lutut tertekuk.

Keluhan ini paling sering dialami remaja dan dewasa muda yang aktif, dan lebih sering terjadi pada perempuan.

Apa Penyebabnya?

Jarang ada satu penyebab tunggal. Faktor yang sering berperan antara lain:

  • Beban latihan naik terlalu cepat, misalnya jarak atau frekuensi lari bertambah mendadak
  • Otot pinggul dan paha yang lemah atau tidak seimbang
  • Olahraga yang banyak berlari dan melompat

Kelemahan otot pinggul sering ditemukan pada orang dengan runner’s knee. Para peneliti masih membahas apakah kelemahan ini penyebab atau akibat dari nyeri, tetapi memperkuatnya tetap terbukti membantu.

Latihan Adalah Penanganan Utama

Panduan praktik klinis dari American Physical Therapy Association (2019) dan konsensus internasional (2018) menempatkan terapi latihan sebagai penanganan utama: kombinasi penguatan otot pinggul (terutama bagian belakang dan samping) dengan latihan otot paha depan. Kombinasi ini membantu mengurangi nyeri dan memperbaiki fungsi, baik dalam jangka pendek maupun panjang.

Penanganan pasif seperti terapi manual tidak disarankan sebagai satu-satunya terapi. Karena itu, di GOOD SPORT MASSAGE massage dan terapi manual kami posisikan sebagai pendukung untuk meredakan keluhan, sementara program latihan menjadi inti pemulihan. Sesuai slogan kami: Massage Meredakan. Latihan Menyembuhkan.

Perlukah Berhenti Lari?

Tidak selalu. Yang lebih penting adalah mengatur beban: mengurangi jarak dan intensitas sementara, menghindari tanjakan dan turunan curam, lalu menaikkan beban kembali secara bertahap sesuai respons lutut. Pada beberapa orang, taping atau alas kaki tambahan dapat membantu meredakan nyeri dalam jangka pendek, sebagai pelengkap latihan.

Kapan Perlu Diperiksa Dokter?

  • Lutut bengkak atau terasa panas
  • Lutut terasa “mengunci” atau goyah
  • Nyeri setelah jatuh atau terpelintir
  • Tidak bisa menumpu, nyeri di malam hari, atau disertai demam

Referensi

  1. Willy RW, dkk. Patellofemoral Pain: Clinical Practice Guidelines. J Orthop Sports Phys Ther, 2019. jospt.org
  2. Collins NJ, dkk. 2018 Consensus statement on exercise therapy and physical interventions to treat patellofemoral pain. Br J Sports Med, 2018. pubmed.ncbi.nlm.nih.gov
  3. Patellofemoral Pain: Guidelines from the American Physical Therapy Association. American Family Physician, 2020. aafp.org
  4. Mayo Clinic. Patellofemoral pain syndrome – Symptoms and causes. mayoclinic.org

Artikel ini bersifat edukasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan langsung. Setiap kondisi berbeda. Konsultasikan keluhanmu dengan tenaga kesehatan.

Butuh Bantuan?

Ceritakan Keluhanmu

Terapis kami siap membantu mencari penyebabnya dan menyusun langkah pemulihanmu.

Massage Meredakan. Latihan Menyembuhkan.

Atur jadwalmu, dan mulai langkah pertama menuju tubuh yang kembali bebas bergerak.