Beranda / Artikel / Pemulihan & Performa

Minum Saat Olahraga di Cuaca Panas dan Lembap: Panduan untuk Pelari Medan

Udara Medan yang panas dan lembap membuat tubuh lebih cepat kehilangan cairan dan lebih sulit mendinginkan diri. Kenali kebutuhan cairanmu, cara mencegah heat stroke, dan bahaya minum terlalu banyak.

Kenapa Cuaca Lembap Lebih Berat?

Tubuh mendinginkan diri dengan menguapkan keringat. Saat udara lembap, keringat sulit menguap, sehingga suhu tubuh lebih cepat naik walau suhu udara tidak terlalu tinggi. Itulah mengapa lari pagi di Medan bisa terasa jauh lebih berat daripada angka di termometer.

Berapa Banyak Keringat yang Hilang?

Laju keringat sangat berbeda antarorang, sekitar 0,5 hingga lebih dari 2,5 liter per jam. Kamu bisa memperkirakan milikmu sendiri dengan cara ini: timbang berat badan sebelum latihan, lalu timbang lagi sesudahnya. Selisihnya ditambah cairan yang diminum selama latihan, lalu dibagi jumlah jam latihan.

Kehilangan cairan lebih dari sekitar 2% berat badan cenderung menurunkan performa dan kemampuan tubuh mengatur suhu.

Minum Sesuai Haus atau Terjadwal?

  • Latihan di bawah 1–2 jam dengan intensitas ringan-sedang: minum sesuai rasa haus umumnya cukup
  • Latihan lebih dari 90 menit di cuaca panas, keringat banyak, atau lomba: rencanakan minum secara teratur
  • Untuk sesi panjang, tambahkan natrium (elektrolit) dalam minuman atau makanan
  • Aturan pentingnya: jangan minum sampai berat badan justru bertambah setelah latihan

Bahaya Minum Terlalu Banyak

Minum jauh melebihi keringat yang keluar dapat menyebabkan hiponatremia, yaitu kadar natrium darah terlalu rendah. Gejalanya sakit kepala, mual, muntah, bingung, hingga kejang. Minuman olahraga tidak mencegahnya bila tetap diminum berlebihan.

Adaptasi Panas

Tubuh bisa beradaptasi terhadap panas. Sebagian besar adaptasi terjadi di minggu pertama, dan manfaat penuh dicapai sekitar 2 minggu berlatih rutin di udara panas. Bagi pendatang atau yang baru kembali berlatih, mulai dengan intensitas lebih ringan dan pilih waktu lebih sejuk seperti pagi hari.

Kenali Tanda Bahaya Panas

  • Kelelahan panas: pusing, sakit kepala, mual, lemas, kram, dan jantung berdebar. Segera berhenti, pindah ke tempat teduh, minum, dan dinginkan tubuh.
  • Heat stroke (darurat): bingung, perilaku aneh, kehilangan koordinasi, pingsan, atau kejang. Segera dinginkan tubuh dengan air dingin atau es, terutama di leher, ketiak, dan lipat paha, lalu hubungi bantuan darurat. Penderita heat stroke saat olahraga sering masih berkeringat, jadi jangan menunggu kulit kering sebagai tanda.

Segera cari pertolongan juga bila muncul muntah, sakit kepala hebat, atau bingung setelah minum sangat banyak. Dalam kondisi ini, jangan beri tambahan air.

Referensi

  1. Racinais S, dkk. Consensus recommendations on training and competing in the heat. Br J Sports Med, 2015. pubmed.ncbi.nlm.nih.gov
  2. Roberts WO, dkk. ACSM Expert Consensus Statement on Exertional Heat Illness. Curr Sports Med Rep, 2023. pubmed.ncbi.nlm.nih.gov
  3. Hew-Butler T, dkk. Statement of the Third International Exercise-Associated Hyponatremia Consensus Development Conference, 2015. Clin J Sport Med, 2015. pubmed.ncbi.nlm.nih.gov
  4. Kenefick RW. Drinking Strategies: Planned Drinking Versus Drinking to Thirst. Sports Med, 2018. link.springer.com
  5. Kemenkes RI. Tips Cegah Heat Stroke. keslan.kemkes.go.id

Artikel ini bersifat edukasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan langsung. Setiap kondisi berbeda. Konsultasikan keluhanmu dengan tenaga kesehatan.

Butuh Bantuan?

Ceritakan Keluhanmu

Terapis kami siap membantu mencari penyebabnya dan menyusun langkah pemulihanmu.

Massage Meredakan. Latihan Menyembuhkan.

Atur jadwalmu, dan mulai langkah pertama menuju tubuh yang kembali bebas bergerak.