Beranda / Artikel / Rehabilitasi

Kembali Berolahraga Setelah Cedera: Berdasarkan Kesiapan, Bukan Kalender

“Sudah tidak sakit, berarti sudah boleh main.” Anggapan ini sering membuat cedera kambuh. Para ahli menyarankan keputusan kembali berolahraga didasarkan pada kesiapan tubuh dan dilakukan bertahap.

Kembali Berolahraga Itu Proses Bertahap

Konsensus internasional tentang kembali berolahraga (Bern, 2016) menggambarkannya sebagai tiga tahap:

  1. Kembali berpartisipasi: ikut latihan yang sudah dimodifikasi
  2. Kembali berolahraga: bermain, tetapi belum di level terbaik
  3. Kembali ke performa: bermain di level yang sama atau lebih baik dari sebelum cedera

Berdasarkan Kriteria, Bukan Waktu

Lamanya waktu sejak cedera saja tidak cukup. Keputusan sebaiknya mempertimbangkan kondisi jaringan yang cedera, tuntutan olahraganya, dan risiko yang siap diterima atlet, dan diambil bersama oleh atlet, terapis, dan pelatih. Kriteria yang umum dipakai antara lain:

  • Bebas nyeri atau nyeri minimal saat beraktivitas
  • Gerak sendi kembali penuh
  • Kekuatan mendekati sisi yang sehat
  • Mampu melakukan gerakan spesifik olahraga, seperti sprint, lompat, dan berubah arah, tanpa ragu
  • Merasa percaya diri secara mental

Para ahli juga mengakui kriteria untuk banyak cedera belum sepenuhnya didukung penelitian yang kuat. Ini adalah pendekatan terbaik yang tersedia saat ini.

Hindari Lonjakan Beban

Konsensus Komite Olimpiade Internasional (IOC, 2016) menyebut risiko cedera meningkat saat beban latihan atau pertandingan naik mendadak, jadwal padat, stres, dan perjalanan. Prinsipnya sederhana: naikkan beban bertahap dan hindari lonjakan.

Bagaimana dengan “Aturan 10%”?

Aturan menambah jarak lari maksimal 10% per minggu populer, tetapi penelitian pada 532 pelari pemula tidak menemukan perbedaan angka cedera dibanding program biasa. Penelitian terbaru pada lebih dari 5.000 pelari (2025) justru menunjukkan satu sesi lari yang jauh lebih panjang dari lari terpanjang dalam 30 hari terakhir berkaitan dengan risiko cedera lebih tinggi. Jadi, perhatikan juga setiap sesi, bukan hanya total mingguan.

Tanda Belum Siap

Tunda dan periksakan kembali bila nyeri atau bengkak bertambah saat beban dinaikkan, sendi terasa goyah, ada nyeri malam atau saat istirahat, atau kekuatan dan gerak belum pulih. Gejala gegar otak selalu memerlukan izin dokter sebelum kembali bermain.

Referensi

  1. Ardern CL, dkk. 2016 Consensus statement on return to sport from the First World Congress in Sports Physical Therapy, Bern. Br J Sports Med, 2016. pubmed.ncbi.nlm.nih.gov
  2. Soligard T, dkk. How much is too much? (Part 1) International Olympic Committee consensus statement on load in sport and risk of injury. Br J Sports Med, 2016. pubmed.ncbi.nlm.nih.gov
  3. Buist I, dkk. No effect of a graded training program on the number of running-related injuries in novice runners. Am J Sports Med, 2008. pubmed.ncbi.nlm.nih.gov
  4. Frandsen JSB, dkk. How much running is too much? Identifying high-risk running sessions in a 5200-person cohort study. Br J Sports Med, 2025. researchportal.lih.lu

Artikel ini bersifat edukasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan langsung. Setiap kondisi berbeda. Konsultasikan keluhanmu dengan tenaga kesehatan.

Butuh Bantuan?

Ceritakan Keluhanmu

Terapis kami siap membantu mencari penyebabnya dan menyusun langkah pemulihanmu.

Massage Meredakan. Latihan Menyembuhkan.

Atur jadwalmu, dan mulai langkah pertama menuju tubuh yang kembali bebas bergerak.