Beranda / Artikel / Nyeri & Postur

Nyeri Punggung Bawah: Kapan Perlu Khawatir, dan Kenapa Tetap Bergerak Itu Penting

Nyeri punggung bawah adalah penyebab disabilitas nomor satu di dunia. Meski terasa menakutkan, sebagian besar kasus tidak berbahaya dan membaik, terutama bila kamu tetap aktif dengan cara yang tepat.

Seberapa Umum?

Menurut WHO, sekitar 619 juta orang di dunia mengalami nyeri punggung bawah pada tahun 2020, dan angkanya diperkirakan terus meningkat, terutama di Asia. Hampir semua orang akan mengalaminya setidaknya sekali seumur hidup.

Sebagian Besar Tidak Berbahaya

Sekitar 90% kasus termasuk nyeri punggung bawah non-spesifik, artinya tidak ditemukan penyakit atau kerusakan struktur tertentu sebagai penyebabnya. Hanya sebagian kecil yang disebabkan kondisi serius seperti patah tulang, infeksi, atau tumor.

Sebagian besar episode membaik dalam beberapa minggu, walau bisa kambuh. Nyeri lebih mungkin menetap bila nyeri awalnya sangat berat, disertai stres atau cemas, dan terasa di banyak bagian tubuh.

Apa Kata Panduan Internasional?

Panduan NICE (Inggris) dan WHO (2023) sepakat pada beberapa hal:

  • Tetap aktif dan lanjutkan aktivitas sehari-hari sebisa mungkin
  • Latihan adalah bagian utama penanganan
  • Edukasi tentang kondisi dan cara mengelola nyeri sangat membantu
  • Massage dan terapi manual dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari paket bersama latihan, bukan satu-satunya terapi
  • Foto rontgen atau MRI tidak rutin diperlukan bila tidak ada tanda bahaya
  • Korset atau sabuk punggung, traksi, dan obat opioid tidak disarankan untuk penanganan rutin

Yang Bisa Kamu Lakukan

  • Hindari berbaring terlalu lama. Bergerak ringan justru mempercepat pemulihan
  • Berjalan kaki bertahap setiap hari
  • Ganti posisi duduk setiap 30–45 menit
  • Tidur cukup, jaga berat badan, dan tetap aktif secara umum
  • Setelah nyeri mereda, perkuat otot inti, pinggul, dan punggung dengan latihan terarah

Tanda Bahaya: Segera ke IGD

  • Mati rasa di area selangkangan, kelamin, atau bokong
  • Sulit buang air kecil, atau tidak bisa menahan buang air kecil maupun besar
  • Kelemahan pada kedua kaki

Periksakan juga ke dokter bila nyeri disertai demam, penurunan berat badan tanpa sebab, riwayat kanker, setelah jatuh atau benturan keras, atau nyeri di malam hari yang tidak membaik dengan istirahat.

Referensi

  1. NICE. Low back pain and sciatica in over 16s: assessment and management (NG59), 2016, diperbarui 2020. nice.org.uk
  2. WHO. Guideline for non-surgical management of chronic primary low back pain in adults in primary and community care settings, 2023. ncbi.nlm.nih.gov
  3. WHO. Low back pain – Fact sheet. who.int
  4. Hartvigsen J, dkk. What low back pain is and why we need to pay attention. The Lancet, 2018. pubmed.ncbi.nlm.nih.gov

Artikel ini bersifat edukasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan langsung. Setiap kondisi berbeda. Konsultasikan keluhanmu dengan tenaga kesehatan.

Butuh Bantuan?

Ceritakan Keluhanmu

Terapis kami siap membantu mencari penyebabnya dan menyusun langkah pemulihanmu.

Massage Meredakan. Latihan Menyembuhkan.

Atur jadwalmu, dan mulai langkah pertama menuju tubuh yang kembali bebas bergerak.